1. Sisa Pasta Gigi dan Produk Perawatan Mulut
Pasta gigi yang kita gunakan setiap hari mengandung berbagai bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit sensitif di area mulut. Fluoride, sodium lauryl sulfate (SLS), dan mint yang terdapat dalam pasta gigi tertentu dapat memicu reaksi alergi atau iritasi langsung pada kulit perioral.
Mouthwash atau obat kumur juga berpotensi menjadi penyebab bruntusan sekitar mulut karena kandungan alkohol dan bahan antiseptik yang kuat. Sisa produk perawatan mulut yang tidak dibersihkan dengan baik akan menumpuk di area sekitar bibir dan menyebabkan iritasi berkelanjutan.
2. Penggunaan Skincare yang Tidak Cocok
Penggunaan krim wajah, lotion, atau
produk skincare yang mengandung bahan-bahan berat dapat menyebabkan bruntusan sekitar mulut. Produk dengan kandungan komedogenik tinggi atau formula yang terlalu kaya dapat menyumbat pori-pori kulit halus di area mulut.
Selain itu, penggunaan retinoid, vitamin C concentrate, atau produk anti-aging yang terlalu kuat tanpa adaptasi bertahap juga dapat memicu dermatitis perioral. Kulit di sekitar mulut lebih sensitif dan tipis dibandingkan area wajah lainnya, sehingga memerlukan formula khusus yang lebih lembut.
3. Alergi Makanan dan Reaksi Kontak
Alergi makanan seperti makanan pedas, asam sitrat dari buah jeruk, tomat, atau makanan tertentu dapat memicu reaksi lokal di area mulut. Makanan ini dapat mengiritasi kulit sekitar mulut secara langsung atau memicu respon alergi sistemik yang bermanifestasi sebagai bruntusan.
Selain makanan, alergen kontak seperti logam nikel dari perhiasan, bahan pembersih, atau zat kimia lainnya juga dapat menyebabkan dermatitis perioral jika terjadi kontak langsung dengan area sensitif ini.