Jerawat seringkali muncul di saat yang tidak diinginkan, dan...
Suntik Jerawat Bikin Bopeng? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui
Jerawat besar dan meradang memang terasa mengganggu, apalagi ketika muncul menjelang acara penting. Suntik jerawat sering menjadi pilihan karena mampu membantu meredakan pembengkakan lebih cepat. Namun, sebagian orang justru melihat cekungan setelah jerawat kempes. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan, benarkah suntik jerawat bikin bopeng?
Pada dasarnya, suntik jerawat tidak otomatis menimbulkan bopeng. Tapi muncul kekhawatiran yang cukup mengganggu: apakah suntik jerawat bikin bopeng? Pertanyaan ini wajar muncul, apalagi kalau kamu pernah mendengar cerita teman atau membaca ulasan negatif di internet. Yuk, cari tahu faktanya lewat penjelasan berikut ini.
Apa Itu Suntik Jerawat?
Suntik jerawat adalah tindakan medis yang menggunakan kortikosteroid, biasanya triamcinolone acetonide, untuk meredakan peradangan pada jerawat besar. Dokter menyuntikkan obat ini langsung ke titik jerawat sehingga ukurannya mengecil dalam waktu singkat. Prosedur ini bukan perawatan yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah karena butuh ketepatan dosis dan teknik dari dokter kulit yang berpengalaman.
Jenis Jerawat yang Bisa Mendapatkan Suntikan
Tidak semua jerawat memerlukan suntikan. Dokter umumnya mempertimbangkan tindakan ini untuk beberapa kondisi berikut:
- Jerawat nodul, yaitu benjolan keras dan besar di bawah kulit
- Jerawat kistik yang berisi cairan atau nanah dan terasa sangat nyeri
- Jerawat meradang yang sudah bertahan lama dan tidak kunjung mengempis
- Jerawat yang berisiko tinggi meninggalkan bekas jika dibiarkan tanpa penanganan
- Jerawat yang terasa nyeri saat disentuh
Suntik jerawat tidak cocok untuk komedo atau jerawat kecil tanpa peradangan berat. Pemeriksaan dokter membantu memastikan bahwa manfaat tindakan lebih besar daripada risikonya.
Benarkah Suntik Jerawat Bikin Bopeng?
Anggapan bahwa suntik jerawat bikin bopeng tidak sepenuhnya benar. Saat dokter menjalankan prosedur dengan indikasi, dosis, dan teknik yang tepat, suntikan justru membantu meredakan inflamasi yang berisiko merusak jaringan kulit.
Cekungan yang muncul setelah jerawat kempes juga belum tentu berasal dari suntikan. Jerawat nodul dan kistik menyebabkan kerusakan kolagen sejak peradangan berlangsung. Bentuk bopeng baru terlihat lebih jelas setelah benjolan mengempis sehingga suntikan sering dianggap sebagai penyebab utamanya.
Namun, suntikan kortikosteroid tetap memiliki risiko efek samping. Kementerian Kesehatan menyebut penggunaan dalam jangka panjang akan menyebabkan hilangnya jaringan lemak dan kulit. Kondisi ini dapat membentuk atrofi lokal yang tampak seperti cekungan.
Penyebab Bopeng Setelah Suntik Jerawat
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko munculnya cekungan setelah tindakan, antara lain:
Teknik Penyuntikan Kurang Tepat
Obat perlu masuk tepat ke dalam lesi jerawat. Suntikan yang terlalu dalam atau meleset dapat memengaruhi jaringan sehat dan lemak di sekitar jerawat.
Dosis atau Konsentrasi Terlalu Tinggi
Kortikosteroid dapat menekan peradangan, tetapi dosis berlebihan berisiko menipiskan kulit dan jaringan di bawahnya. Dokter harus menyesuaikan konsentrasi dengan ukuran, lokasi, dan tingkat peradangan jerawat.
Suntikan Berulang pada Titik yang Sama
Penyuntikan berulang dengan jeda terlalu singkat dapat meningkatkan paparan kortikosteroid pada jaringan. Kondisi ini memperbesar risiko atrofi lokal.
Peradangan Jerawat Sudah Terlalu Berat
Jerawat kistik dapat merusak kolagen dan membentuk acne scar meskipun tidak mendapat suntikan. Semakin lama peradangan berlangsung, semakin besar risiko jaringan kulit mengalami kerusakan.




