Retinol, tretinoin, dan berbagai turunan retinoid sering men...
Friday, 22 May 2026
Apa Itu Seborrheic Dermatitis? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kulit yang tiba-tiba terasa gatal, bersisik, dan tampak kemerahan sering kali dianggap sebagai masalah ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda seborrheic dermatitis, yaitu peradangan kulit kronis yang cukup umum terjadi namun sering disalahpahami. Jika tidak ditangani dengan tepat, gejalanya dapat kambuh berulang dan mengganggu kenyamanan sehari-hari.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasi seborrheic dermatitis berdasarkan informasi medis yang telah dirangkum dari referensi dermatologi.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasi seborrheic dermatitis berdasarkan informasi medis yang telah dirangkum dari referensi dermatologi.
Perbedaan Seborrheic Dermatitis dan Ketombe Biasa
Banyak orang sering menyamakan antara ketombe biasa dengan dermatitis seboroik, padahal keduanya memiliki karakteristik yang berbeda secara medis. Ketombe atau pityriasis sicca umumnya hanya terjadi di kulit kepala dengan ciri serpihan kulit berwarna putih atau abu-abu yang kering. Ketombe biasanya tidak disertai dengan peradangan kulit yang parah atau kemerahan yang mencolok.
Sebaliknya, perbedaan ketombe dan dermatitis seboroik terlihat jelas dari tingkat keparahannya. Dermatitis seboroik merupakan kondisi peradangan kronis yang tidak hanya menyerang kulit kepala, tetapi juga area tubuh lain yang kaya akan kelenjar minyak (sebum). Serpihan pada kondisi ini cenderung berwarna kekuningan, terasa berminyak, dan seringkali melekat erat pada permukaan kulit yang merah meradang. Jika ketombe hanya masalah estetika ringan, dermatitis seboroik membutuhkan perhatian lebih karena sifatnya yang bisa kambuh sewaktu-waktu.
Sebaliknya, perbedaan ketombe dan dermatitis seboroik terlihat jelas dari tingkat keparahannya. Dermatitis seboroik merupakan kondisi peradangan kronis yang tidak hanya menyerang kulit kepala, tetapi juga area tubuh lain yang kaya akan kelenjar minyak (sebum). Serpihan pada kondisi ini cenderung berwarna kekuningan, terasa berminyak, dan seringkali melekat erat pada permukaan kulit yang merah meradang. Jika ketombe hanya masalah estetika ringan, dermatitis seboroik membutuhkan perhatian lebih karena sifatnya yang bisa kambuh sewaktu-waktu.
Penyebab Seborrheic Dermatitis
Hingga saat ini, penyebab pasti dermatitis seboroik belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli dermatologi menyebut beberapa faktor utama yang berperan, antara lain:
- Pertumbuhan berlebih jamur Malassezia yang secara alami ada di kulit
- Produksi minyak (sebum) yang berlebihan
- Respons sistem imun yang berlebihan terhadap jamur di kulit
- Faktor genetik dan kondisi kulit tertentu
Cara Mengatasi Seborrheic Dermatitis
Penanganan cara mengatasi seborrheic dermatitis umumnya bertujuan untuk mengurangi peradangan, mengontrol jamur, dan menjaga kelembaban kulit.
Beberapa langkah yang sering direkomendasikan meliputi:
Beberapa langkah yang sering direkomendasikan meliputi:
- Penggunaan shampo antijamur yang mengandung ketoconazole atau zinc pyrithione
- Krim topikal anti jamur untuk area wajah atau tubuh
- Kortikosteroid ringan untuk mengurangi peradangan (sesuai anjuran dokter)
- Menjaga kebersihan kulit secara rutin tanpa over-cleansing
Cara Mencegah Seborrheic Dermatitis Kambuh
Karena bersifat kronis, seborrheic dermatitis dapat kambuh jika pemicunya tidak dikendalikan. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
- Rutin membersihkan kulit dan kulit kepala dengan produk yang lembut
- Menghindari stres berlebihan
- Tidak menggunakan produk skincare yang memicu iritasi
- Menjaga pola tidur dan gaya hidup sehat
- Mengontrol produksi minyak pada kulit




