Acne Keloidalis Nuchae, Peradangan Kronis di Belakang Leher yang Sering Diabaikan
Thursday, 30 Jul 2026

Acne Keloidalis Nuchae, Peradangan Kronis di Belakang Leher yang Sering Diabaikan

Benjolan kecil di garis rambut belakang sering dianggap sebagai jerawat biasa, iritasi setelah mencukur, atau rambut tumbuh ke dalam. Namun, kamu perlu waspada jika benjolan tersebut terus muncul dan mulai terasa keras karena kondisi ini bisa menandakan acne keloidalis nuchae. Kondisi ini merupakan peradangan kronis pada folikel rambut yang muncul di tengkuk dan kulit kepala bagian belakang.

Tanpa penanganan yang tepat, benjolan dapat berkembang menjadi jaringan parut tebal, merusak folikel, dan menyebabkan rambut tidak tumbuh kembali. Karena itu, kenali gejalanya sejak awal, terutama jika benjolan yang terlihat seperti jerawat di belakang leher tidak kunjung sembuh.

Apa Itu Acne Keloidalis Nuchae?

Acne keloidalis nuchae adalah kondisi peradangan kronis yang terjadi di area belakang leher, tepatnya di sekitar garis rambut (hairline). Meski namanya mengandung kata "acne", kondisi ini sebenarnya bukan jerawat dalam arti medis. Acne keloidalis nuchae termasuk dalam kelompok folikulitis, yaitu peradangan pada folikel rambut yang berlangsung lama dan berulang.

Kamu mungkin sulit membedakannya dari jerawat biasa karena keduanya sama-sama terlihat seperti benjolan kecil kemerahan. Namun, acne keloidalis nuchae muncul akibat iritasi berulang, seperti gesekan dari kerah baju atau helm, kebiasaan cukur yang terlalu pendek, serta rambut yang tumbuh ke dalam kulit (ingrown hair). Jika kamu tidak segera menanganinya, benjolan dapat menyatu dan membentuk area kulit keras yang menyerupai keloid.

Penyebab Acne Keloidalis Nuchae

Penyebab acne keloidalis nuchae belum sepenuhnya dipahami. Namun, kondisi ini berkaitan dengan peradangan dan kerusakan berulang pada folikel rambut.

  • Cukur rambut terlalu pendek, terutama di area tengkuk, yang meningkatkan risiko rambut tumbuh ke dalam kulit.
  • Gesekan berulang, misalnya dari kerah kemeja, topi, atau helm yang dipakai dalam waktu lama.
  • Infeksi bakteri sekunderpada folikel rambut yang sudah meradang.
  • Faktor hormonal dan genetik, meski penelitian mengenai hal ini masih terus berkembang.
  • Kebersihan kulit yang kurang terjaga, sehingga folikel rambut lebih mudah tersumbat dan meradang.

Beberapa faktor tersebut dapat terjadi bersamaan, sehingga peradangan terus kambuh dan semakin sulit dikendalikan.

Gejala Acne Keloidalis Nuchae yang Perlu Diperhatikan

Gejala yang muncul bisa berbeda-beda, tergantung tingkat keparahannya. Pada tahap awal, keluhannya mungkin terlihat ringan sehingga mudah diabaikan.

Gejala tahap awal

Tanda awal yang umum meliputi:

  • Benjolan kecil di garis rambut belakang
  • Kulit terasa gatal, perih, atau sensitif
  • Kemerahan di sekitar folikel rambut
  • Pustul kecil yang terlihat seperti jerawat bernanah
  • Keluhan muncul kembali setelah mencukur

Gejala yang sudah berkembang

Tanpa perawatan, benjolan dapat bertambah banyak dan menyatu. Area tersebut dapat terasa keras, menebal, nyeri, atau mengeluarkan cairan.

Pada tahap lanjut, acne keloidalis nuchae dapat menyebabkan plak menyerupai keloid, rambut tumbuh berkelompok dari satu area, serta kebotakan permanen akibat jaringan parut. American Academy of Dermatology menyebutkan bahwa tanda dan gejalanya cenderung memburuk secara bertahap bila tidak ditangani.

Pilihan Pengobatan Acne Keloidalis Nuchae

Cara mengobati acne keloidalis nuchae perlu disesuaikan dengan tingkat peradangan dan ketebalan jaringan parut. Diagnosis umumnya dilakukan melalui pemeriksaan langsung terhadap bentuk dan lokasi lesi.

Obat topikal dan obat minum

Pada tahap awal, dokter dapat meresepkan obat antiradang, retinoid, atau antimikroba topikal. Antibiotik oral dapat dipertimbangkan apabila terdapat peradangan berat atau dugaan infeksi sekunder.

Hindari memakai antibiotik atau krim steroid tanpa arahan dokter karena setiap kondisi kulit membutuhkan jenis dan dosis obat yang berbeda.

Terapi laser

Terapi laser medis dapat membantu mengurangi benjolan dan folikel rambut yang terus mengalami peradangan. Laser hair removal juga dapat dipertimbangkan untuk mengurangi pertumbuhan rambut pada area yang sering kambuh.

Istilah laser facial tidak boleh disamakan dengan facial jerawat biasa. Pengangkatan komedo tidak menjadi terapi utama karena masalah ini berasal dari peradangan kronis pada folikel rambut, bukan hanya pori-pori yang tersumbat. American Academy of Dermatology memasukkan terapi laser, fototerapi, dan laser hair removal sebagai pilihan pada kasus tertentu.

Injeksi pada lesi yang menebal

Ketika benjolan sudah menebal atau terasa keras, dokter dapat melakukan injeksi kortikosteroid intralesi. Tindakan ini bertujuan mengurangi peradangan dan membantu meratakan jaringan yang menebal.

Lesi besar atau jaringan parut yang sudah luas mungkin membutuhkan tindakan bedah. Setiap prosedur harus dilakukan oleh dokter yang memahami kondisi kulit kepala dan jaringan parut.

Kebiasaan yang Dapat Memperparah Peradangan

Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat membuat peradangan semakin berat, antara lain:

  • Memencet atau menggaruk benjolan
  • Mencukur rambut terlalu pendek
  • Menggunakan alat cukur yang kotor
  • Memakai kerah ketat atau helm terlalu lama
  • Mengoleskan obat jerawat secara sembarangan
  • Menunda pemeriksaan saat benjolan mulai menebal
  • Menghentikan pengobatan tanpa arahan dokter

Menggaruk dan memencet lesi dapat melukai kulit, meningkatkan risiko infeksi, serta mempercepat pembentukan jaringan parut.

Kesimpulan

Acne keloidalis nuchae merupakan peradangan kronis pada folikel rambut di belakang leher yang sering disalahartikan sebagai jerawat biasa. Kondisi ini dapat dipicu atau diperparah oleh cukur terlalu pendek, rambut tumbuh ke dalam, gesekan berulang, dan peradangan yang tidak segera ditangani.

Penanganan mencakup obat topikal, obat minum, injeksi intralesi, terapi laser, hingga tindakan bedah. Semakin cepat kondisi diperiksa, semakin besar peluang untuk mengendalikan peradangan dan mencegah jaringan parut serta kerontokan rambut permanen. Konsultasikan benjolan yang terus berulang kepada dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis dan pilihan terapi yang sesuai.

Jangan biarkan benjolan dan peradangan di belakang leher berkembang menjadi jaringan parut yang semakin tebal. Konsultasikan kondisi kulitmu dengan dokter di Acne Institute Jakarta untuk menentukan treatment jerawat dan penanganan acne keloidalis nuchae yang sesuai berdasarkan tingkat peradangan serta kondisi jaringan parut. Booking konsultasi melalui WhatsApp atau kunjungi klinik Acne Institute Jakarta.

Hubungi Acne Institute Clinic untuk Dapatkan Treatment Atasi Kulit Breakout yang Tepat dan Aman!

Kunjungi klinik Acne Institute di Surabaya atau Jakarta dan wujudkan kulit sehat tanpa jerawat, untuk kembali tampil percaya diri setiap hari!

Artikel Terkait

Penyebab Jerawat di Tengkuk Kepala Belakang yang Sering Tidak Disadari
Jerawat tidak selalu muncul di wajah. Banyak orang berusia 18 hingga 45 tahun juga mengalami benjolan merah, bruntusan, atau jerawat bernanah di area tengkuk dan belakang leher. Jerawat di tengkuk memang sering luput dari perhatian karena tertutup rambut, padahal kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan sehari-hari, apalagi saat rambut bergesekan atau saat kamu memakai kerah baju. Kebiasaan sederhana seperti membiarkan rambut basah menempel di tengkuk, memakai helm yang jarang dibersihkan, atau tidak segera mandi setelah berkeringat ternyata dapat memperburuk kondisi kulit. Artikel ini akan membahas tuntas penyebab jerawat di leher dan tengkuk yang sering tidak disadari, sekaligus cara mengatasinya dengan tepat.
Kebiasaan Sehari-Hari yang Menyebabkan Jerawat di Belakang Leher
Jerawat tidak hanya muncul di wajah. Area belakang leher atau tengkuk juga bisa mengalami bruntusan, komedo, sampai jerawat meradang yang terasa nyeri saat terkena rambut, kerah baju, hijab, atau tali helm. Kondisi ini sering mengganggu meski letaknya tidak selalu terlihat, terutama saat berkeringat atau memakai pakaian tertentu. Area leher memang sering luput dari perhatian saat merawat kulit, padahal sama seperti wajah, kulit leher juga punya kelenjar minyak dan folikel rambut yang bisa tersumbat. Risikonya bisa meningkat pada orang yang berhijab, memiliki rambut panjang, atau sering beraktivitas di luar ruangan. Artikel ini akan mengupas tuntas penyebab jerawat di leher, terutama kebiasaan sehari-hari yang mungkin tanpa sadar sering dilakukan.