Salah Menangani Jerawat Bisa Menyebabkan Bopeng? Ini Penjelasannya
14 hours ago

Salah Menangani Jerawat Bisa Menyebabkan Bopeng? Ini Penjelasannya

Jerawat memang sering dianggap sebagai masalah kulit sementara. Muncul beberapa hari, lalu perlahan mengempis. Namun, masalahnya tidak selalu selesai ketika jerawat hilang. Pada kondisi tertentu, jerawat bisa meninggalkan noda hingga cekungan permanen atau bopeng. Karena itu, memahami penyebab bopeng bekas jerawat penting sebelum mencoba berbagai produk atau treatment. Yang berbahaya bukan hanya jerawatnya, tetapi juga bagaimana kita menangani jerawat tersebut.

Kenali Jenis Jerawat Sebelum Menentukan Penanganan

Tidak semua jerawat memiliki karakter yang sama. Jenis dan tingkat peradangannya juga menentukan seberapa besar risiko bekas jerawat yang muncul setelahnya.

Comedo dan Whiteheads

Komedo terbentuk ketika minyak dan sel kulit mati menyumbat pori. Whiteheads atau komedo tertutup terlihat seperti benjolan kecil berwarna putih atau menyerupai warna kulit. Berbagai penelitian menjelaskan bahwa kebiasaan mengorek whiteheads justru bisa meningkatkan risiko munculnya jerawat baru dan acne scar. Karena itu, hindari memaksa isi komedo keluar dengan tangan.

Papule dan Pustule

Papule biasanya terlihat sebagai benjolan merah yang meradang tanpa kepala berisi nanah. Sementara itu, pustule merupakan jerawat meradang yang memiliki isi berupa nanah. Ketika muncul jerawat seperti ini, keinginan untuk memencetnya memang sering sulit ditahan. Namun, tekanan dari jari dapat membuat inflamasi bertambah parah dan menimbulkan trauma pada jaringan kulit.

Cystic Acne

Cystic acne atau jerawat kistik berkembang lebih dalam di bawah permukaan kulit dan biasanya terasa nyeri. Dibanding jerawat yang lebih ringan, jenis jerawat yang dalam seperti cyst dan nodule memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan scar karena menimbulkan peradangan yang lebih intens.

Inilah alasan penanganan jerawat tidak sebaiknya menggunakan pendekatan yang sama untuk setiap orang.

Apa yang Terjadi Saat Jerawat Ditangani dengan Cara yang Salah?

Memencet jerawat mungkin terasa seperti jalan cepat untuk menghilangkan benjolan. Padahal, tindakan tersebut justru dapat memperpanjang masalah. Saat jerawat meradang, tubuh sedang menjalankan proses penyembuhan. Jika jerawat terus mendapat tekanan, dikorek, atau dipencet, jaringan kulit mengalami trauma tambahan. Peradangan kemudian dapat meluas ke jaringan di sekitarnya. Beberapa kebiasaan yang perlu dihindari antara lain:

  • Memencet jerawat menggunakan tangan.
  • Menusuk jerawat sendiri.
  • Mengorek komedo secara berlebihan.
  • Menggunakan produk terlalu keras hingga menyebabkan iritasi.
  • Berganti treatment terlalu sering tanpa mengetahui kebutuhan kulit.
  • Mencoba treatment viral hanya karena memberikan hasil baik pada orang lain.

Akibat Salah Penanganan Bekas Jerawat

Salah satu penyebab bopeng bekas jerawat berkaitan dengan kerusakan jaringan akibat inflamasi. Saat kulit memperbaiki area tersebut, tubuh juga mengatur produksi kolagen.

Jika tubuh menghasilkan kolagen terlalu sedikit selama penyembuhan, permukaan kulit dapat membentuk cekungan atau atrophic scar. Sebaliknya, produksi kolagen berlebihan dapat menghasilkan scar yang menonjol.

Faktanya, mayoritas acne scar muncul akibat respons inflamasi yang menyebabkan kerusakan serat kolagen pada dermis. Kebiasaan memencet jerawat aktif dapat menambah cedera dan meningkatkan kemungkinan scar terbentuk. Jadi, bopeng bukan sekadar bekas jerawat yang terlambat hilang. Bopeng menunjukkan adanya perubahan struktur pada jaringan kulit.

Jenis Bekas Jerawat yang Bisa Muncul Setelah Peradangan

Bekas jerawat tidak selalu berupa cekungan. Kondisi yang muncul dapat berupa perubahan tekstur maupun warna.

Ice Pick Scar

Ice pick scar terlihat seperti lubang kecil, sempit, tetapi dalam. Tipe ini sebagai salah satu bentuk atrophic acne scar yang paling sering ditemukan, dengan perkiraan sekitar 60 sampai 70 persen dari scar atrofi.

Boxcar Scar

Boxcar scar berbentuk cekungan bulat atau oval dengan batas yang relatif tegas. Ukurannya biasanya lebih lebar dibanding ice pick scar.

Rolling Scar

Rolling scar membentuk cekungan yang lebih lebar dengan tepi landai sehingga permukaan kulit terlihat bergelombang. Kondisi jaringan di bawah permukaan kulit ikut memengaruhi tampilannya.

PIH atau Post-Inflammatory Hyperpigmentation

PIH muncul sebagai noda cokelat atau kehitaman setelah peradangan jerawat mereda. Meski sering disebut sebagai bekas jerawat, PIH berbeda dengan bopeng karena tidak menyebabkan perubahan kontur kulit.

PIH berkaitan dengan peningkatan atau penumpukan melanin setelah kulit mengalami inflamasi. Warnanya dapat membaik seiring waktu, tetapi prosesnya bisa berlangsung berbulan-bulan atau lebih.

Mengapa Tidak Semua Bekas Jerawat Bisa Ditangani dengan Cara yang Sama?

Melihat berbagai bentuk bekas jerawat di atas, jelas bahwa satu treatment tidak otomatis cocok untuk semua masalah. Ice pick scar memiliki bentuk yang berbeda dari rolling scar. Boxcar juga membutuhkan pertimbangan berdasarkan kedalaman dan luas cekungannya. Sementara PIH merupakan masalah pigmentasi, bukan kehilangan jaringan seperti scar atrofi. Dokter perlu menilai beberapa faktor sebelum menentukan perawatan, seperti:

  • jenis jerawat yang masih aktif,
  • tingkat inflamasi,
  • tipe dan kedalaman acne scar,
  • kondisi kulit secara keseluruhan,
  • serta riwayat perawatan sebelumnya.

Karena itu, prinsip “Don’t guess, get it diagnosed” penting ketika menghadapi jerawat maupun bekasnya. Jangan menentukan kondisi kulit hanya berdasarkan foto atau pengalaman orang lain di media sosial.

Kesimpulan

Jerawat memang tidak selalu berakhir menjadi bopeng. Namun, jerawat yang meradang dalam, terutama cyst atau nodule, memiliki risiko lebih tinggi meninggalkan scar. Kebiasaan memencet, mengorek, dan menangani jerawat secara agresif juga dapat memperbesar risiko tersebut.

Memahami penyebab bopeng bekas jerawat sejak awal membantu menentukan langkah yang lebih tepat. Semakin cepat jerawat mendapat penanganan sesuai kondisinya, semakin besar peluang untuk mengurangi inflamasi sekaligus risiko bekas permanen.

Jerawat yang terus meradang dapat meninggalkan bekas dan membuat tekstur kulit semakin sulit ditangani. Dapatkan pemeriksaan kulit bersama dokter di Acne Institute Surabaya untuk mengenali kondisi jerawat serta memperoleh rekomendasi treatment yang sesuai.

Kami menghadirkan pilihan Acne Solution dan Acne Scars Solution, termasuk Dynamic Therapy, Laser Vbeam Perfecta, serta perawatan bekas jerawat yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Booking konsultasi melalui WhatsApp 0 atau kunjungi langsung Acne Institute Surabaya. Hindari menebak kondisi jerawat dan memilih perawatan secara sembarangan. Don’t guess, get it diagnosed. Yuk, mulai perawatan jerawat yang lebih tepat bersama Acne Institute Surabaya sekarang!

Hubungi Acne Institute Clinic Surabaya untuk Dapatkan Treatment Atasi Permasalahan Kulitmu!

Kunjungi klinik Acne Institute di Surabaya atau Jakarta dan wujudkan kulit sehat tanpa bekas jerawat, untuk kembali tampil percaya diri setiap hari!