AIC Surabaya

Senin - Jumat: 13.00 - 21.00 | Sabtu: 10.00 - 13.00

AIC Jakarta

Senin: 12.00 – 16.00 | Selasa – Jumat: 12.00 – 20.00 | Sabtu: 10.00 – 18.00

Jerawatan Setelah Gym? Pre-Workout dan Suplemen Bisa Jadi Pemicunya

Jerawatan Setelah Gym? Pre-Workout dan Suplemen Bisa Jadi Pemicunya

17 hours ago

Kamu rajin ke gym dan badan makin berisi, tapi wajah, dagu, atau punggung malah penuh jerawat. Kondisi ini sering langsung dikaitkan dengan keringat. Padahal, jerawat setelah olahraga bisa disebabkan lebih dari satu faktor.

Selain keringat, gesekan pakaian, dan kebiasaan setelah workout, asupan selama program latihan juga perlu diperhatikan. Whey protein, BCAA, hingga pre-workout drink menjadi bagian dari rutinitas sebagian orang yang rutin gym. Beberapa jenis suplemen, terutama yang berbasis whey atau susu, berpotensi mempengaruhi jalur hormon dan metabolisme yang berkaitan dengan aktivitas jerawat pada sebagian orang.

Kenapa Jerawat Bisa Muncul Setelah Olahraga?

Olahraga sendiri bukan penyebab langsung jerawat. American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa keringat berlebih yang bercampur dengan minyak, kotoran, dan bakteri pada kulit dapat meningkatkan kemungkinan breakout. Gesekan pakaian atau perlengkapan olahraga pada kulit yang berkeringat juga bisa memicu kondisi yang dikenal sebagai acne mechanica.

Karena itu, jerawat setelah olahraga bisa berkaitan dengan kebiasaan selama dan sesudah gym. Misalnya, memakai pakaian ketat terlalu lama, menggunakan handuk yang kurang bersih, sering menyentuh wajah, atau tidak segera membersihkan tubuh setelah berkeringat. Namun, faktor dari dalam tubuh juga perlu diperhatikan, terutama ketika jerawat mulai semakin aktif bersamaan dengan konsumsi suplemen tertentu.

Suplemen Gym Bisa Menjadi Salah Satu Pemicu Jerawat

Suplemen gym memiliki komposisi yang berbeda. Karena itu, tidak tepat jika semua whey protein, BCAA, atau pre-workout langsung dianggap menyebabkan jerawat.

Salah satu produk yang paling sering diteliti dalam hubungannya dengan acne adalah whey protein. Whey berasal dari susu dan kaya akan asam amino, termasuk leucine. Review ilmiah mengenai diet dan acne menunjukkan bahwa konsumsi whey dan komponen protein susu dapat memengaruhi respons insulin serta insulin-like growth factor 1 atau IGF-1.

Bagaimana dengan BCAA dan pre-workout?

  • BCAAterdiri dari leucine, isoleucine, dan valine. Leucine terlibat dalam jalur metabolisme mTORC1 yang juga dibahas dalam mekanisme pembentukan acne. Namun, bukti klinis langsung bahwa suplemen BCAA pasti menyebabkan jerawat masih terbatas.
  • Pre-workout drinkmemiliki formula yang sangat beragam. Beberapa produk mengandung gula atau karbohidrat cepat serap yang dapat meningkatkan respons glukosa dan insulin.
  • Kandungan suplemen yang berbeda membuat reaksi kulit setiap orang juga bisa berbeda.

Artinya, suplemen lebih tepat dianggap sebagai salah satu faktor yang perlu dievaluasi, bukan satu-satunya penyebab jerawat.

Bagaimana Suplemen Meningkatkan Risiko Jerawat?

Peran Hormon IGF-1 dan Insulin

Insulin membantu tubuh mengatur kadar gula darah. Sementara itu, IGF-1 merupakan faktor pertumbuhan yang berperan dalam berbagai proses di tubuh. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jalur insulin dan IGF-1 ikut terlibat dalam aktivitas kelenjar minyak dan proses pembentukan acne.

Secara sederhana, mekanismenya dapat digambarkan seperti ini:

Asupan tertentu → respons insulin dan IGF-1 meningkat → aktivitas kelenjar minyak dan pembentukan lipid meningkat → kondisi kulit menjadi lebih mendukung terbentuknya jerawat.

Jadi, tidak semua orang yang minum whey protein akan berjerawat. Pada kulit yang memang rentan acne, faktor tersebut mungkin ikut membuat jerawat lebih aktif.

Cara Mengetahui Jerawat Dipicu Suplemen atau Kebiasaan Setelah Gym

Coba perhatikan pola perubahan kulit. Beberapa tanda yang bisa menjadi petunjuk antara lain:

  • Jerawat mulai lebih sering muncul setelah rutin mengonsumsi whey atau suplemen baru.
  • Breakout meningkat setelah frekuensi konsumsi suplemen bertambah.
  • Jerawat muncul di wajah, dada, bahu, atau punggung.
  • Tidak ada perubahan signifikan pada skincare yang digunakan.
  • Kondisi kulit berubah setelah konsumsi produk tertentu dievaluasi.
  • Jerawat sering muncul bersamaan dengan kebiasaan memakai pakaian gym berkeringat terlalu lama.

Hubungan waktu tersebut belum membuktikan bahwa suplemen menjadi penyebab utama. Acne merupakan kondisi multifaktorial, sehingga perlu melihat pola makan, hormon, skincare, stres, tidur, kebersihan kulit, dan faktor lainnya secara bersamaan.

Alternatif Protein untuk yang Mudah Jerawatan

Kebutuhan protein untuk olahraga tidak harus selalu berasal dari protein powder. Jika merasa jerawat semakin aktif setelah mengonsumsi whey, coba evaluasi penggunaannya dan prioritaskan sumber protein dari makanan utuh.

Protein Hewani

Beberapa pilihan protein hewani antara lain:

  • Dada ayam
  • Telur
  • Ikan
  • Daging tanpa lemak

Makanan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian tanpa bergantung pada whey protein berbasis susu.

Protein Nabati

Pilihan protein nabati juga cukup beragam, seperti:

  • Tahu
  • Tempe
  • Edamame
  • Kacang-kacangan

Mengganti sumber protein bukan berarti pasti membuat jerawat langsung hilang. Tujuannya adalah membantu mengenali apakah produk tertentu memang berkaitan dengan perubahan kondisi kulit.

Cara Mengurangi Risiko Jerawat Setelah Olahraga

Selain mengevaluasi suplemen, kebiasaan setelah gym juga penting untuk menjaga kulit.

American Academy of Dermatology menyarankan menggunakan pakaian olahraga yang bersih, mengusap keringat dengan handuk bersih tanpa menggosok kulit, serta membersihkan tubuh setelah workout.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Segera mandi atau membersihkan kulit setelah gym.
  • Ganti pakaian yang basah oleh keringat.
  • Gunakan handuk bersih.
  • Hindari terlalu sering menyentuh wajah saat olahraga.
  • Evaluasi whey, BCAA, dan pre-workout satu per satu.
  • Periksa komposisi suplemen sebelum mengonsumsinya.
  • Hindari mencoba terlalu banyak produk baru dalam waktu bersamaan.

Kesimpulan

Jerawat setelah olahraga tidak selalu muncul karena keringat. Gesekan, kebersihan setelah gym, kondisi kulit, hingga konsumsi whey protein dan beberapa jenis suplemen bisa ikut berperan. Jalur insulin dan IGF-1 menjadi salah satu mekanisme yang banyak dipelajari dalam hubungan antara nutrisi dan acne, tetapi efeknya tidak sama pada setiap orang.

Jika whey atau suplemen tertentu dicurigai membuat jerawat semakin aktif, evaluasi konsumsinya dan pertimbangkan sumber protein dari makanan utuh seperti dada ayam, ikan, telur, tahu, atau tempe. Bila jerawat tetap meradang, muncul berulang, atau mulai meninggalkan bekas, jadwalkan konsultasi di Acne Institute untuk mengetahui pemicu jerawat dan menentukan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit. Booking konsultasi melalui WhatsApp atau langsung kunjungi Klinik Acne Institute Surabaya. Jangan biarkan jerawat terus meradang dan berisiko meninggalkan bekas perawatan yang lebih terarah sesuai kebutuhan kulit di Klinik Acne Institute Surabaya.

Hubungi Acne Institute Clinic Surabaya untuk Dapatkan Treatment Atasi Permasalahan Kulitmu!

Kunjungi klinik Acne Institute di Surabaya atau Jakarta dan wujudkan kulit sehat tanpa bekas jerawat, untuk kembali tampil percaya diri setiap hari!

Artikel Terkait

Bahaya Memencet Jerawat di Hidung dan Risiko Infeksi yang Bisa Terjadi

Jerawat di hidung memang menyebalkan. Bentuknya sering lebih...

Benarkah Jerawatan Itu Normal dan Tidak Perlu Diobati?

Jerawat memang sering dialami banyak orang, namun hal ini ti...

Stres Bisa Sebabkan Jerawat, Ini Penjelasan Medis dan Cara Mengatasinya!

Tekanan pekerjaan, kehidupan sosial, dan tanggung jawab hari...

Double Cleansing Setelah Makeup, Rahasia Kulit Bersih tanpa Jerawat dan Komedo

Kulit wajah yang bersih dan bebas dari jerawat maupun komedo...

Bentuk Downtime Setelah Treatment dan Waktu Pemulihan yang Ideal

Keputusan untuk melakukan perawatan kecantikan merupakan inv...