Secara umum, collagen peptide dapat ditoleransi dengan baik. Meski demikian, beberapa keluhan tetap mungkin muncul, terutama karena sumber collagen atau bahan tambahan dalam produk.
Gangguan Pencernaan
Beberapa orang merasakan perut kembung, penuh, mual, diare, atau sulit buang air besar setelah mengonsumsi minuman collagen. Keluhan biasanya ringan, tetapi sebaiknya hentikan konsumsi jika gejalanya berat atau terus berulang.
Reaksi Alergi
Perhatikan sumber collagen sebelum mencoba produk baru. Marine collagen biasanya berasal dari ikan, sedangkan produk lain bisa berasal dari sapi, babi, telur, atau sumber hewani lainnya. Jika memiliki alergi terhadap ikan atau bahan tertentu, collagen dari sumber tersebut bisa memicu reaksi alergi.
Risiko Batu Ginjal
Hydroxyproline yang terdapat dalam collagen dapat dimetabolisme menjadi oksalat. Karena batu kalsium oksalat merupakan salah satu jenis batu ginjal yang umum, orang dengan riwayat atau faktor risiko batu ginjal perlu lebih berhati-hati terhadap konsumsi collagen dalam jumlah tinggi. Risiko ini bukan berarti setiap orang yang minum collagen akan mengalami batu ginjal.
Bau Mulut
Sebagian produk collagen meninggalkan aftertaste atau aroma tertentu, terutama produk marine collagen. Minuman dengan tambahan gula juga berpotensi mendukung pertumbuhan bakteri di mulut jika kebersihan gigi dan mulut kurang terjaga.
Gangguan Tidur atau Insomnia
Insomnia bukan efek samping khas collagen yang sudah terbukti secara konsisten. Keluhan tidur justru bisa berkaitan dengan bahan tambahan dalam formulasi tertentu. Bahkan, riset terbaru mengenai glycine, salah satu asam amino utama dalam collagen, menemukan potensi manfaat terhadap beberapa parameter tidur, meski bukti mengenai collagen secara langsung masih terbatas.
Karena itu, periksa komposisi produk secara menyeluruh bila muncul sulit tidur setelah mulai mengonsumsi frozen collagen.
Hiperkalsemia
Hiperkalsemia juga bukan efek samping umum dari collagen peptide murni. Kondisi ini berarti kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi dan lebih sering berhubungan dengan gangguan paratiroid, konsumsi vitamin D berlebihan, obat tertentu, atau kondisi medis lainnya. Namun, produk collagen bisa memiliki formulasi tambahan seperti vitamin dan mineral. Jadi, jangan hanya melihat tulisan "collagen" pada kemasan, periksa seluruh komposisinya.