AIC Surabaya

Senin - Jumat: 13.00 - 21.00 | Sabtu: 10.00 - 13.00

AIC Jakarta

Senin: 12.00 – 16.00 | Selasa – Jumat: 12.00 – 20.00 | Sabtu: 10.00 – 18.00

Efek Samping Frozen Collagen, Apakah Aman untuk Perawatan Kulit?

Efek Samping Frozen Collagen, Apakah Aman untuk Perawatan Kulit?

19 hours ago

Produk kolagen berbentuk beku atau dingin, seperti minuman, jeli, dan camilan, makin ramai di media sosial. Promosinya menjanjikan kulit kenyal dan glowing. Frozen collagen belakangan cukup populer sebagai salah satu cara merawat kulit dari dalam. Produk ini sering dikaitkan dengan kulit yang lebih lembap, kenyal, bahkan tampak lebih cerah. Kemasan yang praktis dan berbagai klaim kecantikan di media sosial juga membuat banyak orang tertarik mencobanya.

Namun, sebelum rutin mengonsumsi produk tersebut, ada satu hal yang tidak kalah penting untuk dipahami, yaitu efek samping frozen collagen. Artikel ini membahas manfaat, risiko, dan cara aman memakainya, supaya kamu memutuskan dengan informasi yang tepat.

Mengenal Frozen Collagen dan Cara Kerjanya

Frozen collagen adalah suplemen kolagen terhidrolisis dalam bentuk beku atau dingin yang berasal dari sumber hewani, seperti ikan, sapi, atau ayam. Kolagen merupakan protein struktural yang terdapat pada kulit, tulang, tendon, dan jaringan tubuh lainnya. Produksinya mulai menurun sejak usia 20-an, sehingga kolagen dalam suplemen dipecah menjadi peptide berukuran kecil agar lebih mudah dicerna. Saat dikonsumsi, tubuh memecahnya menjadi peptide dan asam amino, seperti glycine, proline, serta hydroxyproline, yang digunakan sesuai kebutuhan jaringan tubuh. Namun, frozen collagen tidak otomatis membuat kulit berubah dalam hitungan hari karena efeknya dipengaruhi oleh pola makan, usia, paparan sinar ultraviolet, kebiasaan merokok, kondisi kesehatan, dan formulasi produk.

Manfaat Frozen Collagen untuk Kulit

Sejumlah penelitian menemukan potensi manfaat collagen peptide bagi kesehatan kulit. Penelitian tahun 2023 yang mencakup 26 randomized controlled trials dengan total 1.721 peserta menemukan bahwa hydrolyzed collagen berkaitan dengan peningkatan hidrasi dan elastisitas kulit dibandingkan placebo. Potensi manfaatnya antara lain:

  • Membantu mempertahankan kelembapan kulit
  • Mendukung elastisitas kulit
  • Membantu menjaga struktur kulit
  • Berpotensi mengurangi tampilan tanda penuaan tertentu

Namun, hasil tersebut perlu dibaca secara proporsional. Meta-analisis lain yang terbit pada 2025 menemukan bahwa manfaat collagen tampak kurang meyakinkan ketika peneliti hanya menganalisis studi berkualitas tinggi atau studi tanpa pendanaan industri. Jadi, collagen bukan solusi ajaib untuk semua masalah kulit.

Efek Samping Frozen Collagen yang Perlu Diketahui

Secara umum, collagen peptide dapat ditoleransi dengan baik. Meski demikian, beberapa keluhan tetap mungkin muncul, terutama karena sumber collagen atau bahan tambahan dalam produk.

Gangguan Pencernaan

Beberapa orang merasakan perut kembung, penuh, mual, diare, atau sulit buang air besar setelah mengonsumsi minuman collagen. Keluhan biasanya ringan, tetapi sebaiknya hentikan konsumsi jika gejalanya berat atau terus berulang.

Reaksi Alergi

Perhatikan sumber collagen sebelum mencoba produk baru. Marine collagen biasanya berasal dari ikan, sedangkan produk lain bisa berasal dari sapi, babi, telur, atau sumber hewani lainnya. Jika memiliki alergi terhadap ikan atau bahan tertentu, collagen dari sumber tersebut bisa memicu reaksi alergi.

Risiko Batu Ginjal

Hydroxyproline yang terdapat dalam collagen dapat dimetabolisme menjadi oksalat. Karena batu kalsium oksalat merupakan salah satu jenis batu ginjal yang umum, orang dengan riwayat atau faktor risiko batu ginjal perlu lebih berhati-hati terhadap konsumsi collagen dalam jumlah tinggi. Risiko ini bukan berarti setiap orang yang minum collagen akan mengalami batu ginjal.

Bau Mulut

Sebagian produk collagen meninggalkan aftertaste atau aroma tertentu, terutama produk marine collagen. Minuman dengan tambahan gula juga berpotensi mendukung pertumbuhan bakteri di mulut jika kebersihan gigi dan mulut kurang terjaga.

Gangguan Tidur atau Insomnia

Insomnia bukan efek samping khas collagen yang sudah terbukti secara konsisten. Keluhan tidur justru bisa berkaitan dengan bahan tambahan dalam formulasi tertentu. Bahkan, riset terbaru mengenai glycine, salah satu asam amino utama dalam collagen, menemukan potensi manfaat terhadap beberapa parameter tidur, meski bukti mengenai collagen secara langsung masih terbatas.

Karena itu, periksa komposisi produk secara menyeluruh bila muncul sulit tidur setelah mulai mengonsumsi frozen collagen.

Hiperkalsemia

Hiperkalsemia juga bukan efek samping umum dari collagen peptide murni. Kondisi ini berarti kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi dan lebih sering berhubungan dengan gangguan paratiroid, konsumsi vitamin D berlebihan, obat tertentu, atau kondisi medis lainnya. Namun, produk collagen bisa memiliki formulasi tambahan seperti vitamin dan mineral. Jadi, jangan hanya melihat tulisan "collagen" pada kemasan, periksa seluruh komposisinya.

Tips Aman Menggunakan Frozen Collagen

Sebelum memasukkan frozen collagen ke rutinitas harian, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Baca komposisi dan sumber collagen.
  • Hindari bahan yang pernah memicu alergi.
  • Ikuti dosis pada label produk.
  • Jangan berasumsi dosis lebih tinggi memberi hasil lebih cepat.
  • Perhatikan reaksi tubuh setelah konsumsi.
  • Konsultasikan dengan dokter jika memiliki penyakit ginjal, sedang hamil, menyusui, atau rutin menggunakan obat tertentu.
  • Pilih produk yang memiliki legalitas dan produsen yang jelas.

Frozen Collagen Bukan Pengganti Perawatan Kulit Utama

Efek samping frozen collagen umumnya ringan dan tidak selalu terjadi pada setiap orang. Gangguan pencernaan serta reaksi alergi termasuk keluhan yang paling masuk akal untuk diperhatikan. Sementara itu, batu ginjal lebih relevan bagi orang dengan faktor risiko tertentu, sedangkan insomnia dan hiperkalsemia bukan efek langsung collagen yang sudah terbukti kuat.

Collagen juga tidak menggantikan fondasi perawatan kulit seperti penggunaan sunscreen, skincare sesuai kebutuhan, pola makan bergizi, tidur cukup, dan penanganan medis ketika muncul masalah kulit.

Jika masalah utama yang sedang dihadapi adalah jerawat, mengandalkan suplemen collagen saja tentu tidak cukup. Acne Institute Jakarta menyediakan konsultasi dan treatment jerawat yang dapat disesuaikan dengan kondisi kulit melalui evaluasi profesional. Klinik Acne Institute Jakarta berlokasi di pusat kota Jakarta sehingga mudah dijangkau dari berbagai area Jakarta. Booking konsultasi dapat dilakukan melalui WhatsApp sebelum datang ke klinik. Pilih penanganan jerawat berdasarkan kondisi kulit, bukan hanya mengikuti tren perawatan yang sedang populer.

Hubungi Acne Institute Clinic untuk Dapatkan Treatment Jerawat yang Aman Bersama Dermatologist Terbaik!

Kunjungi klinik Acne Institute Jakarta dan wujudkan kulit sehat tanpa jerawat, untuk kembali tampil percaya diri setiap hari!

Artikel Terkait

Juvelook Treatment, Perawatan Anti-Aging dan Rahasia Kulit Glowing yang Efektif dan Aman

Tren perawatan anti-aging terus berkembang, dengan banyak or...

Dynamic Therapy Treatment: Perawatan Efektif untuk Mengatasi Jerawat Punggung

Jerawat tidak hanya muncul di wajah, tetapi juga sering meny...

Manfaat Bakuchiol untuk Kulit, Alternatif Retinol yang Lebih Aman & Efektif

Perawatan kulit kini semakin berkembang dengan hadirnya berb...

Perawatan Klinis vs Skincare Rumahan, Mana yang Lebih Efektif untuk Jerawat?

Jerawat adalah masalah kulit yang dialami oleh lebih dari 85...

Apakah Treatment Laser Efektif untuk Menghilangkan Dark Spot?

Noda hitam di wajah sering muncul akibat sinar matahari, bek...