Jerawat Kempes tapi Jadi Bopeng? Kenali Penyebab dan Risiko Suntik Jerawat
1 day ago

Jerawat Kempes tapi Jadi Bopeng? Kenali Penyebab dan Risiko Suntik Jerawat

Jerawat sudah kempes, tetapi permukaan kulit justru terlihat cekung atau tidak rata. Kondisi ini bisa menjadi tanda munculnya bopeng bekas jerawat, yaitu scar yang terbentuk ketika peradangan jerawat merusak jaringan kulit dan proses pembentukan kolagen tidak mampu memperbaikinya secara sempurna. Risiko bopeng biasanya lebih tinggi pada jerawat yang meradang cukup dalam, seperti nodul dan kista.

Bopeng juga tidak selalu muncul karena kebiasaan memencet jerawat. Pada beberapa kasus, cekungan kulit terlihat setelah jerawat mendapat tindakan tertentu, termasuk suntik jerawat, sehingga muncul anggapan bahwa suntik jerawat bikin bopeng. Padahal, penyebabnya bisa berkaitan dengan tingkat peradangan, kondisi jaringan kulit, hingga teknik dan dosis penyuntikan.

Karena itu, penting memahami penyebab bopeng serta risiko suntik jerawat sebelum menyimpulkan bahwa tindakan tersebut menjadi penyebab utama perubahan tekstur kulit. Lalu, bagaimana jika cekungan muncul setelah suntik jerawat? Apakah berarti suntik jerawat bikin bopeng? Jawabannya tidak sesederhana itu.

Mengapa Jerawat yang Sudah Kempes Bisa Menjadi Bopeng?

Jerawat yang mengecil belum tentu berarti jaringan kulit di bawahnya sudah kembali normal. Kerusakan dapat terjadi sejak fase peradangan aktif. Beberapa kondisi yang meningkatkan penyebab bopeng antara lain:

  • Jerawat nodul atau kistik yang meradang sampai lapisan kulit lebih dalam.
  • Kebiasaan memencet, mengorek, atau menusuk jerawat.
  • Peradangan berat yang berlangsung cukup lama.
  • Proses penyembuhan kulit yang menghasilkan kolagen terlalu sedikit.
  • Penanganan jerawat yang tidak sesuai dengan kondisi kulit.

AAD menegaskan bahwa memencet atau menggaruk jerawat dapat meningkatkan inflamasi dan risiko terbentuknya scar. Karena itu, membiarkan tangan terus menyentuh jerawat bukan cara aman untuk membuat jerawat lebih cepat kempes.

Jenis Bopeng Bekas Jerawat yang Perlu Dikenali

Tidak semua bekas jerawat cekung memiliki bentuk yang sama. Mengenali tipenya penting karena setiap scar dapat membutuhkan pendekatan treatment berbeda.

Ice Pick Scar

Ice pick terlihat seperti lubang kecil dengan cekungan yang cukup dalam. Menurut AAD, jenis ini termasuk salah satu bentuk depressed acne scar yang umum ditemukan.

Boxcar Scar

Boxcar berbentuk cekungan bulat atau oval dengan tepi yang terlihat cukup jelas. Ukurannya biasanya lebih lebar dibanding ice pick.

Rolling Scar

Rolling scar memiliki cekungan yang cenderung lebar dan dangkal. Jika jumlahnya cukup banyak, permukaan kulit dapat terlihat bergelombang.

Satu wajah juga bisa memiliki beberapa tipe bopeng sekaligus. Karena itu, memilih treatment hanya berdasarkan tren belum tentu memberikan hasil yang sesuai.

Bopeng Bekas Jerawat Apakah Bisa Diperbaiki?

Kabar baiknya, bopeng bisa diperbaiki meski hasilnya jarang kembali seratus persen mulus seperti kulit awal. Beberapa metode medis yang umum digunakan antara lain microneedling, chemical peeling, laser resurfacing, dan subcision, tergantung jenis dan kedalaman bopeng yang dialami. Kombinasi terapi biasanya memberi hasil lebih optimal dibanding satu metode saja. Yang perlu diingat, dokter kulit tetap perlu memeriksa kondisi kulit secara langsung sebelum menentukan metode yang paling sesuai.

Suntik Jerawat, Solusi Cepat tapi Ada Risikonya

Suntik jerawat, atau dikenal sebagai injeksi kortikosteroid intralesi, memang efektif mengempeskan jerawat meradang dalam waktu singkat. Cara kerjanya menekan peradangan secara langsung di titik jerawat sehingga benjolan mengecil lebih cepat dibanding perawatan topikal biasa.

Namun, prosedur ini bukan tanpa risiko. Efek samping yang bisa muncul meliputi atrofi kulit, pelebaran pembuluh darah kecil, dan hipopigmentasi, dengan tingkat risiko yang bergantung pada konsentrasi, volume, serta kedalaman suntikan. Bahkan riset lain mencatat bahwa hampir separuh dokter memperkirakan efek atrofi kulit bisa bertahan lebih dari enam bulan pada pasien yang mengalaminya.

Apakah Suntik Jerawat Bisa Menyebabkan Bopeng?

Jawabannya bisa, terutama jika dosis tidak tepat atau penyuntikan dilakukan berulang di titik yang sama. Atrofi kulit terjadi karena kortikosteroid menghambat pertumbuhan fibroblast dan keratinosit di dermis, sekaligus mengganggu produksi protein matriks ekstraseluler dan lemak kulit. Proses inilah yang justru bisa menciptakan cekungan baru, bukan menyembuhkan kulit dari risiko bopeng.

Karena itu, suntik jerawat idealnya hanya dilakukan oleh dokter spesialis kulit yang paham teknik dan dosis yang tepat untuk tiap jenis dan ukuran jerawat, bukan sekadar tenaga kecantikan di klinik non-medis.

Acne Institute Clinic menyediakan perawatan kulit jerawat yang ditangani oleh dermatologist professional dan berpengalaman. Sebagai sister brand dari klinik dr. Ratna, kami memberikan treatment jerawat yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Sehingga hasil lebih terarah dan aman. Konsultasikan masalah kulit berjerawat dengan dokter spesialis di Acne Institute Clinic Jakarta.

Cara Mengurangi Risiko Bopeng Setelah Jerawat Kempes

Beberapa langkah sederhana dapat membantu menekan risiko jerawat meradang menyebabkan bopeng:

  • Jangan memencet, mengorek, atau menusuk jerawat sendiri.
  • Tangani jerawat nodul dan kistik sedini mungkin.
  • Hindari melakukan suntik jerawat tanpa pemeriksaan dokter.
  • Jangan mencoba treatment agresif hanya karena sedang viral.
  • Kontrol jerawat aktif terlebih dahulu sebelum fokus menjalani treatment scar.
  • Konsultasikan perubahan tekstur kulit jika cekungan mulai terlihat setelah jerawat mereda.

Penanganan lebih awal penting karena mencegah terbentuknya scar baru biasanya lebih mudah daripada memperbaiki jaringan yang sudah mengalami kerusakan permanen.

Kesimpulan

Jerawat yang sudah kempes tetap bisa meninggalkan bopeng bekas jerawat, terutama jika peradangannya mencapai jaringan kulit yang lebih dalam. Kekurangan pembentukan kolagen selama proses penyembuhan dapat membuat permukaan kulit membentuk ice pick, boxcar, atau rolling scar. Suntik jerawat dapat membantu menangani nodul atau kista yang meradang ketika dokter memberikan indikasi dan teknik yang tepat. Meski demikian, injeksi kortikosteroid memiliki risiko atrofi jaringan jika terjadi efek samping lokal.

Jangan biarkan jerawat yang terus meradang meningkatkan risiko munculnya bopeng bekas jerawat. Konsultasikan kondisi kulit di Acne Institute Jakarta, klinik yang berfokus pada penanganan jerawat aktif hingga acne scar dengan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan kulit. Untuk menentukan treatment yang sesuai, booking konsultasi melalui WhatsApp atau langsung kunjungi Acne Institute Jakarta. Mulai dengan pemeriksaan kondisi kulit agar penanganan jerawat lebih terarah dan risiko terbentuknya bekas jerawat dapat diminimalkan.

Hubungi Acne Institute Clinic untuk Dapatkan Treatment Jerawat yang Aman Bersama Dermatologist Terbaik!

Kunjungi klinik Acne Institute Jakarta dan wujudkan kulit sehat tanpa jerawat, untuk kembali tampil percaya diri setiap hari!

Artikel Terkait

Bahaya Memencet Jerawat di Hidung dan Risiko Infeksi yang Bisa Terjadi
Jerawat di hidung memang menyebalkan. Bentuknya sering lebih besar, terasa nyeri, dan mengganggu penampilan. Tidak heran banyak orang tergoda untuk memencetnya agar cepat hilang. Padahal, kebiasaan ini bisa berakibat fatal. Bahaya memencet jerawat di hidung bukan sekadar mitos turun-temurun, melainkan fakta medis yang didukung oleh struktur anatomi wajah itu sendiri. Bahaya memencet jerawat di hidung juga perlu diperhatikan karena hidung termasuk bagian dari area yang dikenal sebagai segitiga bahaya wajah. Komplikasi berat memang tergolong jarang, tetapi luka terbuka dan infeksi di area ini tetap tidak boleh dianggap sepele. Artikel ini membahas secara lengkap kenapa jerawat di hidung tidak boleh dipencet sembarangan, apa risiko infeksi yang mengintai, dan langkah aman yang bisa kamu lakukan jika sudah terlanjur memencetnya.