1. Paparan sinar UV lebih intens
Semakin sering berada di luar ruangan tanpa perlindungan, semakin banyak kulit menerima paparan sinar matahari. Kulit merespons paparan tersebut dengan meningkatkan produksi pigmen sebagai bagian dari mekanisme perlindungan alami. Akibatnya, beberapa bagian wajah atau tubuh dapat terlihat lebih gelap dibanding area yang tertutup.
2. Kulit kehilangan kelembapan
Panas membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan melalui keringat. WHO memasukkan dehidrasi sebagai salah satu risiko penting saat tubuh terpapar panas ekstrem. Ketika kelembapan kulit kurang terjaga, permukaannya bisa terasa kering dan kasar sehingga pantulan cahaya pada kulit berkurang. Wajah akhirnya terlihat lebih lelah dan kusam.
3. Keringat dan minyak semakin banyak
Suhu tinggi dapat membuat wajah terasa lebih berkeringat dan berminyak. Jika bercampur dengan debu, sunscreen, atau makeup dan tidak dibersihkan dengan baik, kulit dapat terasa lengket serta tampak kurang segar.
4. Perlindungan matahari kurang optimal
Menggunakan sunscreen pada pagi hari saja belum tentu cukup, terutama jika banyak berkeringat atau beraktivitas lama di luar ruangan. AAD menganjurkan sunscreen broad spectrum dengan SPF 30 atau lebih dan melakukan aplikasi ulang setiap dua jam saat berada di luar ruangan, atau lebih cepat setelah berenang maupun banyak berkeringat.