Memahami jenis bekas jerawat adalah kunci untuk memilih treatment yang tepat. Berikut klasifikasi yang paling umum dijumpai:
Bekas Jerawat Merah atau PIE
Post-inflammatory erythema atau PIE terlihat sebagai noda merah, merah muda, atau keunguan setelah jerawat mereda. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan pada pembuluh darah kecil di area bekas peradangan.
Bekas jerawat kemerahan terlihat lebih jelas ketika kulit terpapar panas, matahari, atau mengalami iritasi. Banyak orang mencari treatment jerawat kemerahan karena PIE sering menetap cukup lama meski jerawat aktif sudah membaik.
Bekas Jerawat Hitam atau PIH
Post-inflammatory hyperpigmentation atau PIH merupakan noda cokelat hingga kehitaman setelah jerawat sembuh. Kondisi ini terjadi karena produksi dan penumpukan pigmen melanin setelah inflamasi.
PIH lebih mudah tampak pada kulit yang mudah mengalami hiperpigmentasi. Penggunaan sunscreen secara rutin membantu mencegah noda semakin gelap dan mendukung proses pemudaran bekas secara bertahap.
Rolling Scar, Boxcar Scar, dan Ice Pick Scar
Rolling scar adalah bekas jerawat berbentuk cekungan lebar yang membuat kulit tampak bergelombang. Jenis ini biasanya terlihat lebih jelas saat wajah terkena cahaya dari samping.
Boxcar scar memiliki cekungan lebih lebar dengan tepi yang tegas. Sementara itu, ice pick scar berbentuk kecil, sempit, dan dalam seperti pori yang tertusuk. Ketiga jenis tersebut termasuk bekas jerawat atrofik atau bopeng, tetapi kedalaman dan struktur jaringan parutnya dapat berbeda.
Sebagian orang juga mengalami bekas jerawat menonjol, seperti papular scar, hypertrophic scar, atau keloid. Kondisi ini memerlukan evaluasi yang lebih spesifik karena penanganannya berbeda dari treatment untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat.