AIC Surabaya

Senin - Jumat: 13.00 - 21.00 | Sabtu: 10.00 - 13.00

AIC Jakarta

Senin: 12.00 – 16.00 | Selasa – Jumat: 12.00 – 20.00 | Sabtu: 10.00 – 18.00

Jangan Mudah Tergoda Skincare Viral, Ini 4 Tips Memilih Produk yang Aman

Jangan Mudah Tergoda Skincare Viral, Ini 4 Tips Memilih Produk yang Aman

13 hours ago

Media sosial membuat skincare viral menyebar dalam hitungan jam. Satu video review bisa membuat sebuah produk habis terjual di berbagai marketplace hanya dalam semalam. Kamu mungkin pernah merasakannya sendiri. Baru scroll TikTok sebentar, tiba-tiba sudah menambahkan serum atau krim wajah ke keranjang belanja karena testimoninya terlihat meyakinkan.

Sayangnya, viral tidak selalu berarti aman. Banyak produk yang ramai dibicarakan justru belum teruji dengan baik, bahkan sebagian mengandung bahan berbahaya. Karena itu, penting bagi kamu untuk memahami cara memilih skincare yang aman sebelum ikut-ikutan tren, apa pun usiamu, baik yang baru mulai peduli perawatan kulit di usia 18 tahun maupun yang sudah lebih berpengalaman di usia 40-an.

Mengapa Skincare Viral Tidak Selalu Aman untuk Semua Orang?

Setiap kulit memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga produk yang cocok untuk orang lain belum tentu sesuai untukmu. Jangan mudah tergoda skincare viral karena popularitasnya sering dipengaruhi strategi pemasaran, bukan bukti klinis.

Selain itu, waspadai skincare ilegal dan klaim hasil instan. Peningkatan temuan kosmetik berbahaya menunjukkan pentingnya memilih produk yang sudah terdaftar dan tidak mudah percaya pada janji seperti "putih dalam tiga hari" atau "jerawat hilang semalam".

4 Tips Cara Memilih Skincare yang Aman

Supaya kulitmu tidak jadi korban tren, terapkan empat langkah berikut sebelum membeli produk apa pun.

1. Pastikan Produk Memiliki Izin Edar BPOM

Langkah pertama dalam cara memilih skincare yang aman adalah memeriksa izin edar atau nomor notifikasi kosmetik. BPOM mengajak konsumen menerapkan prinsip CEK KLIK, yaitu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk.

Nomor notifikasi kosmetik bisa dicek melalui situs Cek BPOM dengan memasukkan nama produk, merek, nomor registrasi, nama pendaftar, atau komposisi. Database tersebut memuat produk kosmetik yang terdaftar dan masih berlaku di Indonesia.

Saat mengecek produk, pastikan beberapa informasi berikut sesuai dengan kemasan yang akan dibeli:

  • Nama produk dan merek
  • Nomor notifikasi atau izin edar
  • Nama produsen atau importir
  • Jenis dan ukuran kemasan
  • Informasi komposisi dan kegunaan produk

Jangan hanya percaya pada tulisan “BPOM” di kemasan. Penjual yang tidak bertanggung jawab dapat menempelkan nomor yang tidak sesuai atau bahkan menggunakan desain kemasan yang menyerupai produk asli.

2. Cek Kandungan Skincare dan Sesuaikan dengan Kebutuhan Kulit

Setiap bahan aktif memiliki fungsi dan aturan pakai yang berbeda. Karena itu, jangan memilih serum atau toner hanya karena kandungannya sedang populer. Kenali dulu kebutuhan kulit sebelum menentukan produk.

Beberapa kandungan yang sering digunakan dalam skincare antara lain:

  • Niacinamideuntuk membantu merawat tampilan minyak berlebih, warna kulit tidak merata, dan bekas jerawat.
  • Hyaluronic aciduntuk membantu menjaga kelembapan kulit.
  • Salicylic acidmembantu merawat pori tersumbat dan jerawat, terutama pada kulit berminyak.
  • Ceramideuntuk mendukung fungsi pelindung kulit atau skin barrier.
  • Retinoluntuk membantu perawatan tekstur kulit dan tanda penuaan, tetapi penggunaannya perlu dilakukan secara bertahap.

Perhatikan juga jumlah bahan aktif yang kamu gunakan dalam rutinitas skincare. Menggunakan exfoliating toner, serum berbahan acid, retinol, dan peeling mask secara bersamaan dapat meningkatkan risiko iritasi. Kulit yang terasa panas, sangat kencang, mengelupas, atau memerah bukan tanda produk sedang “bekerja lebih cepat”.

3. Kenali Jenis Kulit dan Kondisi Kulit Saat Ini

Jenis kulit dan kondisi kulit merupakan dua hal yang berbeda. Jenis kulit umumnya mencakup kulit normal, kering, berminyak, kombinasi, dan sensitif. Sementara itu, kondisi kulit dapat berubah, misalnya sedang dehidrasi, berjerawat, kemerahan, atau mengalami skin barrier terganggu.

Pilih tekstur dan formula produk berdasarkan kondisi tersebut. Kulit berminyak biasanya lebih nyaman dengan tekstur gel atau lotion ringan. Kulit kering membutuhkan pelembap dengan tekstur lebih rich. Sementara kulit sensitif sebaiknya memulai dari formula sederhana, minim pewangi, dan tidak mengandung terlalu banyak bahan aktif sekaligus.

Jangan memaksakan produk yang sedang viral bila kulit sedang meradang. Cukup gunakan pembersih yang lembut, pelembap, dan sunscreen. Rutinitas sederhana sering kali lebih aman daripada mencoba banyak produk baru.


4. Lakukan Patch Test Sebelum Menggunakan Produk Secara Penuh

Patch test membantu mengetahui kemungkinan munculnya reaksi kulit sebelum produk digunakan pada seluruh wajah. American Academy of Dermatology menyarankan pengujian produk skincare baru pada area kecil kulit, seperti bagian dalam lengan, sebelum pemakaian lebih luas.

Cara melakukannya cukup mudah:

  • Oleskan sedikit produk pada bagian dalam lengan atau belakang telinga.
  • Gunakan sesuai aturan pakai produk dan amati reaksinya.
  • Lakukan pengujian selama beberapa hari, terutama untuk produk yang akan dipakai rutin.
  • Hentikan penggunaan bila muncul rasa gatal, panas, ruam, bentol, bengkak, atau perih yang tidak wajar.

Patch test tidak menjamin produk pasti cocok untuk wajah, tetapi langkah ini membantu mengurangi risiko reaksi yang tidak diinginkan. Reaksi kulit akibat kontak dengan zat tertentu terjadi karena iritasi maupun alergi.

Tanda Skincare Viral yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua produk viral berbahaya. Namun, kamu perlu lebih berhati-hati jika menemukan beberapa tanda berikut:

  • Klaim hasil instan dalam waktu sangat singkat
  • Tidak mencantumkan komposisi lengkap pada kemasan
  • Harga jauh di bawah pasaran untuk klaim manfaat yang besar
  • Testimoni before-after yang terlihat terlalu sempurna
  • Dijual bebas di media sosial tanpa mencantumkan nomor BPOM yang valid

Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terlanjur Pakai Skincare Viral?

Hentikan penggunaan produk bila kulit terasa sangat perih, gatal, memerah, bengkak, atau muncul ruam. Jangan mencoba “menetralkan” reaksi tersebut dengan menambah banyak produk baru. Gunakan pembersih lembut dan pelembap sederhana yang sebelumnya sudah cocok, lalu hindari bahan aktif sementara waktu.

Bila keluhan tidak membaik, semakin berat, atau disertai bengkak pada area wajah dan mata, segera konsultasikan ke dokter kulit. Dokter dapat membantu menilai apakah keluhan berkaitan dengan iritasi, alergi, jerawat yang meradang, atau masalah kulit lain yang membutuhkan penanganan lebih tepat.

Kesimpulan

Skincare viral tidak selalu buruk, tetapi popularitas bukan jaminan keamanan dan kecocokan. Cara paling bijak adalah memahami cara memilih skincare yang aman dengan memeriksa izin edar BPOM, membaca kandungan, menyesuaikan produk dengan kebutuhan kulit, serta melakukan patch test sebelum pemakaian penuh.

Daripada terus mencoba skincare viral yang belum tentu sesuai, pilih rangkaian skincare dan perawatan terbaik berdasarkan jenis serta kondisi kulitmu bersama Acne Institute Jakarta. Acne Institute didukung oleh dokter spesialis kulit dan teknologi medis untuk membantu menentukan produk maupun treatment sesuai kebutuhan kulit setiap pasien. Kamu dapat melakukan booking konsultasi melalui WhatsApp untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Kamu juga bisa datang langsung ke Acne Institute Jakarta yang berlokasi strategis di Jakarta Selatan. Mulai perawatan dengan panduan yang tepat agar kulit tetap sehat tanpa harus menjadi korban tren skincare yang belum tentu aman.

Hubungi Acne Institute Clinic untuk Dapatkan Treatment Terbaik Skincare yang Cocok untuk Kebutuhan Kulitmu dari Acne Institute Clinic!

Kunjungi klinik Acne Institute Jakarta dan wujudkan kulit sehat tanpa jerawat, untuk kembali tampil percaya diri setiap hari!

Artikel Terkait

Tips Merawat Kulit Berjerawat Saat Hamil yang Aman untuk Janin

Kehamilan adalah masa yang penuh perubahan, termasuk perubah...

Tips Pilih Sunscreen yang Aman untuk Kulit Berjerawat, Anti Clog Pori

Kulit berjerawat membutuhkan perhatian ekstra, terutama saat...

Perawatan Klinis vs Skincare Rumahan, Mana yang Lebih Efektif untuk Jerawat?

Jerawat adalah masalah kulit yang dialami oleh lebih dari 85...

Hati-Hati Ini 5 Red Flag Treatment Kulit Wajah yang Tidak Aman

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, nilai pasar kosm...

6 Fakta Acne Institute Clinic yang Bikin Berbeda dari Klinik Jerawat Lainnya

Jerawat bukan sekadar masalah kulit biasa. Bagi banyak orang...

Send Message