Supaya kulitmu tidak jadi korban tren, terapkan empat langkah berikut sebelum membeli produk apa pun.
1. Pastikan Produk Memiliki Izin Edar BPOM
Langkah pertama dalam cara memilih skincare yang aman adalah memeriksa izin edar atau nomor notifikasi kosmetik. BPOM mengajak konsumen menerapkan prinsip CEK KLIK, yaitu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk.
Nomor notifikasi kosmetik bisa dicek melalui situs Cek BPOM dengan memasukkan nama produk, merek, nomor registrasi, nama pendaftar, atau komposisi. Database tersebut memuat produk kosmetik yang terdaftar dan masih berlaku di Indonesia.
Saat mengecek produk, pastikan beberapa informasi berikut sesuai dengan kemasan yang akan dibeli:
- Nama produk dan merek
- Nomor notifikasi atau izin edar
- Nama produsen atau importir
- Jenis dan ukuran kemasan
- Informasi komposisi dan kegunaan produk
Jangan hanya percaya pada tulisan “BPOM” di kemasan. Penjual yang tidak bertanggung jawab dapat menempelkan nomor yang tidak sesuai atau bahkan menggunakan desain kemasan yang menyerupai produk asli.
2. Cek Kandungan Skincare dan Sesuaikan dengan Kebutuhan Kulit
Setiap bahan aktif memiliki fungsi dan aturan pakai yang berbeda. Karena itu, jangan memilih serum atau toner hanya karena kandungannya sedang populer. Kenali dulu kebutuhan kulit sebelum menentukan produk.
Beberapa kandungan yang sering digunakan dalam skincare antara lain:
- Niacinamideuntuk membantu merawat tampilan minyak berlebih, warna kulit tidak merata, dan bekas jerawat.
- Hyaluronic aciduntuk membantu menjaga kelembapan kulit.
- Salicylic acidmembantu merawat pori tersumbat dan jerawat, terutama pada kulit berminyak.
- Ceramideuntuk mendukung fungsi pelindung kulit atau skin barrier.
- Retinoluntuk membantu perawatan tekstur kulit dan tanda penuaan, tetapi penggunaannya perlu dilakukan secara bertahap.
Perhatikan juga jumlah bahan aktif yang kamu gunakan dalam rutinitas skincare. Menggunakan exfoliating toner, serum berbahan acid, retinol, dan peeling mask secara bersamaan dapat meningkatkan risiko iritasi. Kulit yang terasa panas, sangat kencang, mengelupas, atau memerah bukan tanda produk sedang “bekerja lebih cepat”.
3. Kenali Jenis Kulit dan Kondisi Kulit Saat Ini
Jenis kulit dan kondisi kulit merupakan dua hal yang berbeda. Jenis kulit umumnya mencakup kulit normal, kering, berminyak, kombinasi, dan sensitif. Sementara itu, kondisi kulit dapat berubah, misalnya sedang dehidrasi, berjerawat, kemerahan, atau mengalami skin barrier terganggu.
Pilih tekstur dan formula produk berdasarkan kondisi tersebut. Kulit berminyak biasanya lebih nyaman dengan tekstur gel atau lotion ringan. Kulit kering membutuhkan pelembap dengan tekstur lebih rich. Sementara kulit sensitif sebaiknya memulai dari formula sederhana, minim pewangi, dan tidak mengandung terlalu banyak bahan aktif sekaligus.
Jangan memaksakan produk yang sedang viral bila kulit sedang meradang. Cukup gunakan pembersih yang lembut, pelembap, dan sunscreen. Rutinitas sederhana sering kali lebih aman daripada mencoba banyak produk baru.