1. Erythematotelangiectatic Rosacea (ETR)
Erythematotelangiectatic Rosacea atau ETR adalah tipe rosacea yang paling umum ditemukan. Tipe ini ditandai dengan kemerahan menetap pada area pipi, hidung, dan dahi.
Ciri-ciri ETR:
- Wajah mudah memerah
- Sensasi panas atau perih pada kulit
- Pembuluh darah kecil mulai terlihat
- Kulit terasa lebih sensitif
Kemerahan biasanya muncul setelah terpapar panas, sinar matahari, olahraga, atau stres emosional. Jika tidak ditangani, kemerahan dapat menjadi semakin permanen.
2. Papulopustular Rosacea
Papulopustular Rosacea sering disebut sebagai “acne rosacea” karena gejalanya mirip jerawat meradang. Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan merah dan pustula berisi nanah.
Ciri-ciri Papulopustular Rosacea:
- Benjolan merah meradang
- Pustula menyerupai jerawat
- Kulit terasa kering dan sensitif
- Kemerahan pada area tengah wajah
Perbedaannya dengan jerawat biasa adalah rosacea umumnya tidak disertai komedo. Selain itu, penggunaan produk anti-acne yang terlalu keras sering kali justru memperparah iritasi.
3. Phymatous Rosacea
Phymatous Rosacea merupakan tipe yang lebih jarang terjadi, tetapi dapat menyebabkan penebalan kulit secara bertahap. Area yang paling sering terkena adalah hidung, kondisi yang dikenal sebagai rhinophyma.
Ciri-ciri Phymatous Rosacea:
- Kulit tampak menebal
- Permukaan kulit terasa kasar
- Hidung terlihat membesar
- Pori-pori tampak lebih jelas
Tipe ini lebih sering ditemukan pada pria dan biasanya berkembang dari rosacea yang tidak terkontrol dalam jangka panjang.
4. Ocular Rosacea
Tidak semua rosacea hanya menyerang kulit. Ocular Rosacea memengaruhi area mata dan sering tidak disadari karena gejalanya menyerupai iritasi mata biasa.
Ciri-ciri Ocular Rosacea:
- Mata merah dan terasa kering
- Mata mudah berair
- Sensasi terbakar atau perih
- Kelopak mata tampak bengkak
Dalam berbagai jurnal kesehatan, ocular rosacea perlu ditangani dengan tepat karena dapat mengganggu kesehatan mata jika dibiarkan terus-menerus.